Showing posts with label Kerja Massa. Show all posts
Showing posts with label Kerja Massa. Show all posts

Monday, 2 September 2013

BERPIKIR DAN CARA BEKERJA



CARA BERPIKIR DAN CARA BEKERJA YANG BENAR

 (Front Mahasiswa Nasional Purwokerto)

Mengapa penting bagi kita untuk memiliki dan mempraktekkan cara berpikir dan cara bekerja yang benar ? Cara berpikir yang benar akan menjadikan kita mampu untuk mengerti dan memahami kebenaran dari kenyataan. Demikian pula cara berpikir yang benar akan membuat kita mampu memiliki panduan bekerja yang tepat sehingga pada akhirnya dapat bekerja dengan benar. Karena cara berpikir kita yang salah selama ini, seringkali kita tidak dapat memahami secara sebenar-benarnya kenyataan dari persoalan yang dihadapi. Misalnya, cara berpikir yang banyak menghinggapi mahasiswa bahwa mahalnya biaya pendidikan dan si miskin tidak bisa berkuliah itu wajar dan tidak bisa diubah. Cara berpikir ini telah membuat mahasiswa tidak dapat melihat dengan sebenar-benarnya bahwa ada sebab-sebab konkret yang mengakibatkan penderitaan dan kemiskinan mereka yaitu penindasan imperialisme dan feodalisme. Sehingga pada prakteknya sebagian besar mahasiswa belum terdorong untuk bergerak dan mengorganisasikan diri guna menghancurkan sebab-sebab mahal dan sulitnya akses pendidikan yang menyebabkan pemuda indonesia tak jelas nasibnya.

Cara berpikir yang benar juga akan menjadikan kita mampu untuk membongkar realitas atau kenyataan yang sesungguhnya. Di kalangan kaum buruh banyak terdapat pemikiran bahwa pengusaha atau pemilik pabrik lah yang memiliki peranan lebih penting dan menentukan karena merekalah yang memiliki modal dan mesin-mesin produksi. Sehingga dengan demikian menjadi wajar kalau pengusaha mendapat bagian keuntungan yang jauh lebih besar daripada apa yang didapat oleh buruh dalam bentuk gaji atau upah. Oleh karenanya, buruh juga tidak boleh untuk menuntut macam-macam seperti kenaikan upah buruh atau kebebasan berorganisasi. Cara berpikir seperti ini telah membuat sebagian besar buruh tidak memiliki kesadaran bahwa tenaga kerja merekalah yang sebenarnya memiliki peranan menentukan bagi gerak roda produksi di pabrik. Tanpa tenaga kerja buruh, maka pabrik akan berhenti berproduksi. Dan sebenarnya, pemilikan alat produksi secara perseorangan oleh pengusaha lah yang menjadi sumber penindasan terhadap buruh.

Sistem Komite



Tentang Sistem Komite
 (Front Mahasiswa Nasional)

Salah satu kendala yang masih sering dihadapi dalam berorganisasi adalah belum mampu diterapkannya prinsip Sistem Komite, hingga membuat pekerjaan di organisasi lebih banyak tergantung pada segelintir orang termaju semata

Secara umum dalam berorganisasi dikenal 4 (empat) prinsip organisasi, yaitu Garis Massa, Sentralisme Demokrasi, Kepemimpinan Kolektif dan Sistem Komite. Tulisan kali ini, lebih menyoroti tentang persoalan Sistem Komite.

Arti Penting Sistem Komite
Sistem Komite adalah adalah wujud kongkret dari pelaksanaan praktek Sentralisme Demokrasi dan Kepemimpinan Kolektif. Sistem komite mengharuskan setiap anggota terlibat dalam bagian-bagian kerja yang ada di dalam organisasi dengan tetap mempertimbangkan kemampuan masing-masing individu. Dengan demikian, pekerjaan organisasi bisa berjalan secara efektif karena terdistribusinya pekerjaan secara merata dan semuanya memiliki peran atau tanggung jawab atas pekerjaan yang diemban bersama.

Monday, 24 June 2013

?

Selamat Membaca dan Salam Demokrasi !!
Indonesia merupakan negara yang amat kaya akan sumber daya alamnya. Emas, perak, gas, besi, minyak bumi, dll adalah kekayaan alam yang  tersebar diseluruh pelosok negeri kita ini. secara mudahnya jika kita melihat kekayaan yang begitu banyak ini, jelas tidak akan sulit bagi pemerintah untuk dapat membuat kita sebagai rakyatnya hidup sejahtera, makmur, damai. Namun, hari ini kenyataannya sungguh sangat terbalik. Pemerintah sama sekali tidak memperhatikan nasib rakyat miskin, rakyat miskin tetap dibiarkan bodoh dengan membuat biaya pendidikan menjadi mahal, rakyat miskin tetap dibiarkan sakit dengan mahalnya biaya kesehatan di negeri kita, rakyat miskin tetap dibiarkan miskin dengan minimnya lapangan pekerjaan layak yang disediakan oleh pemerintah. Bahkan pemerintah dengan menggunakan SATPOL PP bahkan aparat keamanan (POLISI dan TNI) kerap kali membuat kaum miskin takut karena perlakuan kasar dari mereka, pedagang kaki lima, pengemis, anak terlantar, pengamen jalannan, mereka semua yang kerap kali menjadi korban kekerasan dari aparat keamanan negara.