CARA BERPIKIR DAN
CARA BEKERJA YANG BENAR
(Front Mahasiswa Nasional Purwokerto)
Mengapa
penting bagi kita untuk memiliki dan mempraktekkan cara berpikir dan cara
bekerja yang benar ? Cara berpikir yang
benar akan menjadikan kita mampu untuk mengerti dan memahami kebenaran dari
kenyataan. Demikian pula cara berpikir yang benar akan membuat kita mampu
memiliki panduan bekerja yang tepat sehingga pada akhirnya dapat bekerja dengan
benar. Karena cara berpikir kita yang salah selama ini, seringkali kita tidak
dapat memahami secara sebenar-benarnya kenyataan dari persoalan yang dihadapi.
Misalnya, cara berpikir yang banyak menghinggapi mahasiswa bahwa mahalnya biaya
pendidikan dan si miskin tidak bisa berkuliah itu wajar dan tidak bisa diubah.
Cara berpikir ini telah membuat mahasiswa tidak dapat melihat dengan
sebenar-benarnya bahwa ada sebab-sebab konkret yang mengakibatkan penderitaan
dan kemiskinan mereka yaitu penindasan imperialisme dan feodalisme. Sehingga
pada prakteknya sebagian besar mahasiswa belum terdorong untuk bergerak dan
mengorganisasikan diri guna menghancurkan sebab-sebab mahal dan sulitnya akses
pendidikan yang menyebabkan pemuda indonesia tak jelas nasibnya.
Cara berpikir yang
benar juga akan menjadikan kita mampu untuk membongkar realitas atau kenyataan
yang sesungguhnya. Di kalangan kaum buruh banyak terdapat pemikiran bahwa
pengusaha atau pemilik pabrik lah yang memiliki peranan lebih penting dan
menentukan karena merekalah yang memiliki modal dan mesin-mesin produksi.
Sehingga dengan demikian menjadi wajar kalau pengusaha mendapat bagian
keuntungan yang jauh lebih besar daripada apa yang didapat oleh buruh dalam
bentuk gaji atau upah. Oleh karenanya, buruh juga tidak boleh untuk menuntut
macam-macam seperti kenaikan upah buruh atau kebebasan berorganisasi. Cara
berpikir seperti ini telah membuat sebagian besar buruh tidak memiliki
kesadaran bahwa tenaga kerja merekalah yang sebenarnya memiliki peranan
menentukan bagi gerak roda produksi di pabrik. Tanpa tenaga kerja buruh, maka
pabrik akan berhenti berproduksi. Dan sebenarnya, pemilikan alat produksi
secara perseorangan oleh pengusaha lah yang menjadi sumber penindasan terhadap
buruh.

